Kita mulai dengan mendengarkan.
Pola kesulitan akan muncul setelah asesmen awal masuk. Contoh yang akan ditelusuri: apakah siswa membedakan 3x dengan x + 3?
Contoh konsep, bukan hasil peserta.Satu bulan, satu kelas, langkah kecil yang berarti. Asesmen awal sekali, lalu game bar model secara rutin untuk siswa yang perlu penguatan. Tutup dengan asesmen akhir setelah satu bulan.
Untuk guru SMP, SMA, MA, dan SMK. Didukung komunitas Penma.
Dari belum menguasai pada asesmen awal menjadi menguasai pada asesmen akhir.
Dari siswa yang didampingi dan memiliki hasil awal serta akhir.
Data peserta belum tersedia. Kelasmu bisa menjadi bagian dari langkah pertama.
Perkembangan siswa yang didampingi,
dengan hasil awal dan akhir.
Asesmen awal dan akhir sama-sama ditutup satu soal rantai seperti ini. Soal ini tidak masuk skor; kami hanya ingin tahu berapa siswa yang bisa menalarnya.
Tali merah 3 kali tali biru. Tali hijau 2 kali tali merah. Panjang ketiganya 50 meter. Berapa panjang tali biru?
Data peserta belum tersedia.
Pola jawaban membantu guru memilih apa yang perlu dibahas kembali.
Pola kesulitan akan muncul setelah asesmen awal masuk. Contoh yang akan ditelusuri: apakah siswa membedakan 3x dengan x + 3?
Contoh konsep, bukan hasil peserta.Skor rata-rata asesmen awal per tingkat kelas. Setiap tingkat memakai kisi-kisi yang sama.
Minimal 20 siswa untuk menampilkan skor suatu tingkat. Data ini menggambarkan peserta gerakan.
Sebaran akan terisi saat kelas mulai menjalankan asesmen.
Cerita guru akan hadir setelah program dijalankan dan refleksinya ditinjau Penma.
Bagikan asesmen awal sekali. Pilih siswa yang membutuhkan penguatan dasar aljabar.
Bagikan game bar model rutin selama satu bulan. Guru memilih cara pakainya dan memantau Hasil Game.
Bagikan asesmen akhir kepada siswa yang didampingi, lalu lihat perubahan siswa yang sama.
Siswa menemukan yang belum diketahui dengan nalar, lalu menuliskan nalarnya sebagai aljabar. Ada lima fondasi: mencari yang belum diketahui, hubungan kali, arti variabel, cerita jadi persamaan, dan menyelesaikan dengan nalar. GMA bukan latihan operasi bentuk aljabar atau teknik pindah ruas; GMA membangun pondasi di bawahnya, supaya keduanya masuk akal. Program satu bulan adalah sasaran belajar, bukan jaminan semua siswa langsung tuntas.
Keikutsertaan gerakan dan panduan ini gratis, didukung komunitas Penma. Pendaftaran dilakukan di Lajuku sekaligus menyiapkan akses trial. Masa akses ditampilkan di akun; hak berbayar yang sudah ada tetap berlaku.
Tidak. Game bisa menjadi penugasan, pembuka sekitar 20 menit, pembelajaran utama, atau kegiatan kelompok kecil saat siswa lain berlatih. Guru bebas memilih; panduan menunjukkan cara membagikan game dan melihat hasilnya.
Siswa yang naik adalah siswa dengan hasil awal dan akhir valid yang beralih dari belum menguasai menjadi menguasai. Rata-rata awal dan akhir memakai siswa yang sama. Menguasai berarti benar minimal 11 dari 15 soal dan tidak ada fondasi yang kosong sama sekali; soal pamungkas tidak dihitung. Patokan ditetapkan per versi instrumen. Data siswa tanpa hasil akhir tetap masuk potret awal, bukan dianggap nol.
Siswa sasaran yang didampingi selama satu bulan. Siswa lain tidak wajib mengikuti asesmen akhir gerakan. Rata-rata awal–akhir hanya berasal dari siswa yang memiliki kedua hasil, sehingga berbeda dari potret awal seluruh peserta.
Data berasal dari peserta gerakan di Lajuku. Hasil ini tidak mewakili seluruh siswa Indonesia dan tidak membuktikan bahwa seluruh perubahan disebabkan program. Data diperbarui setiap hari; koreksi data dapat mengubah angka yang pernah diterbitkan.